Bryan Korua

Belum lama ini beredar di media sosial pernyataan Presiden Jokowi dalam pidato sambutannya pada kegiatan laporan tahunan Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Dalam sambutannya Jokowi mengungkapkan bahwa pentingnya menyampaikan kritik.

“Maka, semua pihak yang menjadi bagian dari proses untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan atau potensi maladministrasi,” ujar Jokowi yang dikutip dari saluran YouTube ORI pada Selasa (9/2/2021).

Pernyataan tersebut membuktikan bahwa Presiden Jokowi, sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang terpilih secara demokratis melalui pemilu demokratis punya komitmen besar pada demokrasi Indonesia.

Kritik adalah vitamin dalam demokrasi sebagai masukan, nasehat dan aspirasi yang konstruktif. Karena itulah, jangan takut melakukan kritik. Namun, bukan suatu kritik jika didasari atas  kebencian, menghasut, memecah belah, apalagi mencaci maki.

Menurut L. Ayu Saraswati (2013) “Kritik membangun pada dasarnya adalah bentuk pola pikir kritis, bukan semata-mata mengkritik”. Kritik yang baik harus didasari fakta dan alasan yang jelas bukan dengan cara yang sembarangan hingga menjadi ujaran kebencian.

Supaya tidak salah, berikut ini tips untuk kamu yang akan menyampaikan kritik baik untuk pemerintah maupun untuk kehidupan sehari-hari agar tidak berujung ke ujaran kebencian:

1.Kritik pada Waktu yang Tepat

Dalam melakukan kritik terhadap suatu hal sebaiknya kita kondisikan dengan waktu yang ada. Jangan sampai kita salah waktu, misalnya kita mengkritik pemerintahan mengenai kebijakan A, kita harus tahu betul apakah kebijakan A ini memang belum ada solusinya atau memang masih perlu dibenahi jangan sampai kita mengkritik tapi pembahasannya sudah berlalu karena akan menjadi bumerang untuk diri kita sendiri. Sama halnya dengan kita mengkritik perilaku teman kita,

Saat teman kita terlihat murung atau stres, jangan tambahi dengan kritikan yang ada. Lakukan saat kondisi hatinya sudah tenang barulah hampiri dan sampaikan kritikan dengan baik.

2.Kritik Berdasarkan Fakta

Hindari untuk memberikan kritik hanya berdasarkan asumsi apalagi berdasarkan dari sumber yang tidak kredibel. Kritiklah sesuai dengan fakta yang ada jangan melebihkan atau mengurangi. Solusinya cari tahu info melalui sumber yang terpercaya.

3.Kritik dengan Apresiasi

Dalam melakukan kritik perlu juga adanya keseimbangan seperti kita mengapresiasi. Misalnya dalam pemerintahan pasti tidak semuanya jelek nah, hal yang baiklah yang kita apresiasi dan memberikan kritik pada hal yang kita rasa kurang.

4.Kritik tanpa Mempermalukan

Sebaiknya dalam mengkritik hindari hal-hal yang menjatuhkan pihak yang kita kritik karena bisa saja akan berdampak negatif baik yang dikritik maupun yang mengkritik.

5.Kritik dengan Tenang dan Sopan

Meski mungkin kita jengkel, kesal, dan rasanya ingin marah kita tetap harus bijaksana dalam melontarkan kritikan. Jangan biarkan perasaan emosi yang menguasai karena bisa saja poin kritikan kita tak akan tersampaikan.

Sampaikan dengan pembawaan yang tenang, fokus pada inti permasalahan.

6.Kritik dengan Saran yang Membangun

Orang yang bijak tidak hanya akan mengkritik namun juga memberikan saran yang membangun. Oleh karenanya saat kita akan mengakhiri kritikan alangkah baiknya sampaikan saran atau solusi. Setidaknya, kritikan yang kita lontarkan punya alasan dan dapat dipertanggung jawabkan.

Demikian beberapa cara memberikan kritikan yang santun, tips diatas bisa disesuaikan dengan kritik secara langsung ataupun melalui media sosial. Semoga kedepan kita dapat lebih santun dalam mengkritik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *