free page hit counter

KUATKAN AQIDAH RAWAT AKHLAK MULIA

HILANGKAN FANATISME BUTA UNTUK CEGAH RADIKALISME

jhyza

Aqidah berasal dari kata ‘aqad yang artinya mempererat, mengikat dan kuat. Akidah adalah keyakinan yang kuat tanpa keraguan sedikitpun.  Jadi Aqidah yang diyakini tanpa ragu dan tak lain  ialah Dienul Islam. Islam  sebagai Al-din Al-kamil . Sebagai Din atau agama adalah suatu sistem kepercayaan, cara peribadatan serta prinsip-prinsip akhirat  yang turun melalui wahyu Allah Swt., lewat perantara Nabi Muhammad Saw. Agama adalah jalan kebenaran dan keselamatan. Sedangkan Akhlak adalah perilaku seseorang yang memeluk agama islam yang menjadikan agama islam sebagai way of life (jalan hidup). Akhlak adalah sebuah perilaku terpuji yang wajib dimilki oleh seorang muslim karena telah mengikrarkan diri dan mengikat dengan kuat terhadap agama islam.

Tidak sedikit pula umat islam yang terjebak dalam sikap fanatisme buta dan menjadikan mereka tersesat serta lupa akan substansi dari tujuan dan ajaran agama islam itu sendiri. Tak jarang pula umat beragama yang sangat rentan terkena virus radikalisme, jika persoalan agama sudah diangkat, terlebih isu-isu ulama dan penistaan agama yang selalu muncul kepermukaan Media Sosial.

Media Sosial yang saat ini telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang harus dan telah menjadi kewajiban untuk dibuka setiap harinya, semakin menjadi pendukung mudahnya akses informasi dan penyebaran virus radikalisme. Oleh karena itu Memelihara Akhlak Mulia untuk menghilangkan Fanatisme buta sangat diperlukan dan diperhatikan. Fanatisme buta yang ujung-ujungnya akan bermuara pada radikalisme dan intoleransi yang kemudian akan memecah belah bangsa.

Oleh karena itu wajib bagi kita untuk menguatkan aqidah terlebih dahulu dengan cara memperkuat keimanan dan ketaqwaan sebagai seorang ummat yang bergama. Menyibukkan diri dengan amal shaleh (perbuatan baik) bukan sebaliknya. Ketika aqidah kita sudah kuat maka akhlak mulia pun akan terjaga dengan sendirinya. Akhlak mulia akan terimplementasikan dan termanifestasikan ketika kita mampu mengendalikan salah satu lini kehidupan kita dan dapat bermanfaat untuk orang lain. Salah satu contoh terpeliharanya akhlak mulia ialah tercermin dari penggunaan media sosial kita. Bijaknya kita dalam menerima informasi dan membagikannya adalah contoh nyata kita telah memelihara akhlak terpuji. Lebih Spesifiknya kita tidak gampang terprovokasi dengan  isu yang lagi hangat sekarang dan tambah menyalakan apinya dimedia sosial. Salah satu kasusnya  ialah, kasus penusukan seoran ulama ternama yaitu Syekh Ali Jaber yang terjadi pada Minggu 13 September 2020 dilampung. Kasusnya pun sudah ditangani oleh pihak yang berwenang, namun kenyataan yang terjadi sekarang isu tersebut berbuntut panjang dan kasus tersebut masih terus digoreng dan bahkan dibakar sampai pada titik penggiringan opini bahwasanya Agama Islam dan Ulamanya Selalu di diskriminasi. Hal-hal seperti itulah yang harus kita antisipasi agar tidak terjadi propaganda dalam sebuah tragedi yang nantinya akan memicu konflik nyata dalam masyarakat.

Oleh karena itu sebgai umat beragama marilah kita cerminkan aqidah yang kuat serta akhlak atau perilaku terpuji untuk tidak gampang terprovokasi dengan penggiringan opini yang sedang diusahakan oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah bangsa kita. Dalam hal ini bukan berarti kita hanya tinggal diam dengan musibah yang dialami oleh ulama tersebut, tapi kita harus menjadi masyarakat yang bijak dan cerdas dalam menyikapi sebuah tragedi dan menerima sebuah informasi.

The last pesan penulis ialah, tetaplah menjaga kesehatan dan memperhatikan Protokol Covid-19 dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, karena negara kita masih  menghadapi pandemic Covid-19, dan pemerintah masih dalam tahap untuk memperjuangkan pemulihan-pemulihan dari berbagai lini kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *