Dunia saat ini masih dibuat bertanya-tanya kapan pandemi Covid-19 akan berakhir, setiap Negara termasuk Indonesia masih terus mencari dan menanti datangnya vaksin dari virus corona ini.

Begitu pula dengan serangan virus radikal terorisme yang masih terus ada sampai saat ini. Masyarakat dengan daya imun yang rendah akan mudah terpapar paham ini.

Bedanya, bangsa ini tidak perlu lagi mencari vaksin dalam menghadapi virus ini karena Indonesia memiliki pancasila yang bisa menjadi vaksin terbaik bagi masyarakat dalam meningkatkan daya imunitas agar tidak terikat paham-paham radikal terorisme.

Muncul pertanyaan, seberapa pentingkah dan bagaimana cara vaksin Pancasila dalam mengatasi virus radikal terorisme?

Layaknya istilah “Lebih baik mencegah dari pada mengobati” virus ini pun juga demikian. Radikal Terorisme tidak hanya di atasi ketika sudah terjadi aksi teror atau pengeboman layaknya pemadam kebakaran. Namun, bagaimana mencegah sebelum aksi-aksi tersebut terjadi di lapangan bahkan sampai keakar-akarnya.

Salah satu cara yang tepat dalam penggunaan vaksin Pancasila untuk mencegah dan membasmi paham radikal terorisme ialah dengan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila sangat sarat makna perdamaian, keadilan dan religiusitas.

Sila Pertama

Sila pertama mengartikan hubungan secara vertikal yaitu hubungan spiritual kita dengan Sang pencipta, Sila pertama juga menyatakan bahwa Negara memberikan kebebasan rakyat untuk memeluk agama dan mengajarkan kita untuk menghargai orang yang berbeda keyakinan dengan kita.

Sila-sila selanjutnya merupakan dimensi turunan setelah hubungan vertikal yakni hubungan secara horizontal yaitu antara manusia dengan manusia.

Sila Kedua

Sila kedua mengajak kita untuk menghargai manusia bahwa kita semua adalah saudara meskipun berbeda suku, ras dan agama. Hingga akhirnya menjadi masyarakat yang beradab.

Sila Ketiga

Sila ketiga menggambarkan pentingnya persatuan, kekeluargaan, gotong royong dan nasionalisme.

Sila Keempat

Sila keempat bermakna pentingnya sebuah musyawarah sebagai solusi untuk memecahkan masalah demi mencapai mufakat atau arti penting dari demokrasi.

Sila Kelima

Sila kelima menunjukkan keadilan dan kesejahteran sosial adalah hak setiap warga negara. Diskriminasi dan penindasan suatu pihak terhadap pihak lain harus dihapuskan.

Perlu diingat dalam pengimplementasian vaksin Pancasila kita perlu memahami dulu nilai-nilai dari Pancasila setelah itu kita harus menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Ketika Pancasila sudah menjadi karakter dan etika sosial maka secara otomatis ideologi radikalis dan teroris akan terkikis bahkan hilang. Karena nilai-nilai Pancasila adalah vaksin yang terbaik untuk menangkis ideologi radikalis dan teroris.

Mari jadikan Pancasila sebagai vaksin dalam mengatasi virus radikal terorisme dengan memahami nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya.

Penulis:Bryan Korua

Leave a Reply

Your email address will not be published.