Manado-Command Centre menjadi kebutuhan dalam menunjang pelayanan public secara digital dan terintegrasi untuk  memangkas birokrasi dan efektifitas pelayanan di sektor pendidikan, kesehatan, investasi dan keterbukaan infromasi kepada masyarakat. Dalam agenda pre – launching, dilaksanakan Seminar Gelar Inovasi dengan tujuan untuk menjabarkan secara teknis program, modul dan cara kerja command centre oleh para ahli  kepada staff secara intern serta mengumpulkan masukan teknis dalam penerapan Command Centre. Seminar ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Duta Damai Sulut

C:\Users\SNOWBELL\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\PhotoGrid_1544756009417.jpg

 Digitalisasi dalam pelayanan publik e – governance dilakukan dengan mensinkronkran aspek – aspek pelayanan public secara  digital. Dalam penerapan tidak lepas dari peran masyarakat di dalamnya organisasi kepemudaan yang concern terhadap hal berbau digital, khususnya Duta Damai. Seminar diawali oleh Sambutan mewakili Gubernur Sulawesi Utara oleh Kadiskominfo, statistik dan persandian daerah DR. Jetty Pulu, Msi. Dengan narasumber Dr. Yaulie Rindengan , Dr. Arie Lumenta (akademisi). Rico  Lengkong (Ketua Regional DD) yang dimoderatori oleh John Rembet SH.MH selaku Kabid E – Governance Diskominfo Pemprov. Sulut

DD Sulut yang diwakili oleh Ketua Regional  dipercayakan menjadi salah satu narasumber pada seminar launching yang dihadiri oleh staff SKPD pemprov sulut, duta damai akademisi dan pers . Dalam pemaparan Rico (sapaan akrabnya) memaparkan aspek penggunaan anggaran  APBD / uang rakyat yang dialokasikan untuk fasilitas ini harus memiliki manfaat yang sebanding, dan tidak hanya menjadi trend Duta Damai mengusulkan agar adanya system anti – hoax yang terintegrasi dengan Command Centre,  untuk mengurangi keresahan, fitnah dan hoax di kalangan pengguna media sosial di Sulawesi Utara menyikapi intensitas hoax dan akun palsu yang mengatas namakan stakeholder yang disalahgunakan oleh sebagian  masyarakat. Dalam poin terakhir, dalam menghadapi pemilu diperlukan akurasi data kependudukan melalui command center dapat membantu penyelenggara pemilu untuk menetapkan DPT ” Ujar mahasiswa semester akhir Unsrat ini.

C:\Users\SNOWBELL\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\PhotoGrid_1544756032995.jpg

Dr. Yaulie Rindengan dari Fakultas Teknik Unsrat menghiglight terkait  manajemen operasi Command Centre dengan mengintegrasikan data secara real time serta sistem pengamanan yang proporsional agar data tidak dibobol oleh hacker. Arie Lumenta menjabarkan teknis pengoperasian command center nantinya akan diintegrasikan dengan kab/ kota maupun pihak kepolisian.   Beliau menambahkan bahwa nantinya command centre akan dilengkapi dengan aplikasi pelayanan publik, seperti e-hospital yang dapat menunjukan info rumah sakit termasuk jarak dan ketersediaan ruangan.

Usulan tersebut direspon positif oleh Kepala Dinas diakhir sambutannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published.